Fashion | Indonesian Culture | Love | Life | Inspirations

©2018 by Era Soekamto

Memayu Hayuning Bawono



Untuk membangun kehidupan yang Rahmatan Lil Alamin atau penuh

kasih pada dasarnya sebaik-baiknya umat adalah yang berguna bagi

mahluk lainnya. Menciptakan lingkungan yang penuh kasih,

memberikan kemanfaatan sesuai dengan cinta, passion, dan keahlian di

dalam hidup. Tak ada satupun yang sia-sia. Allah ciptakan untuk kita

mengalami agar kita sadar bahwa itulah modal kita untuk memberi.


Nusantara sudah memberikan banyak sekali nasehat-nasehat dalam

perjalanan kita menjadi manusia inggil, berbudi pekerti baik, untuk

menciptakan peradaban yang baik. Salah satunya adalah falsafah

Memayu Hayuning Bawono.


Kata Memayu berasal dari kata Hayu (cantik, indah atau selamat)

dengan mendapat awalan "ma-" menjadi Mamayu (mempercantik,

memperindah atau meningkatkan keselamatan) yang diucapkan sering-

sering sebagai Memayu.


Kata Hayuning berasal dari kata Hayu dengan mendapatkan kata ganti

kepunyaan "ning" (nya) yang berarti cantiknya, indahnya, atau selamatnya

(keselamatannya) terjemahan bebasnya dari memayu hayuning:

mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan.


Kata Bawono berarti Dunia dalam pengertian dunia batin, jiwa atau

rohani. Sedangkan untuk pengertian lahiriah ragawi, atau jasmaniahnya

dipergunakan kata buwono yang berati dunia dalam arti

fisik. Bawono terdiri dari tiga macam arti dan makna yaitu;

-Bawono Alit (kecil) yg bermakna pribadi dan keluarga

-Bawono Agung (besar) yg berati masyarakat, bangsa, negara dan

international (global)

-Bawono Langgeng (abadi) adalah alam akhirat


Secara keseluruhan terjemahan bebas dari Memayu Hayuning

Bawonoadalah mengusahakan (mengupayakan) Keselamatan,

Kebahagiaan, dan Kesejahterann Hidup di Dunia.

Memayu Hayuning Bawono (credo) Sepi ing pamrih rame ing gawe,

Sastro Cetho Harjendro Hayuning.


Sementara dalam lapisan pengertian yang lebih dalam akan falsafah

Memayu Hayuning Bawanaini menegaskan bahwa segenap tubuh

manusia (kita) di dalam jiwa dan tubuh jasmaninya saling berhubungan

dan berkaitan secara seimbang dengan energi alam semesta yang

membawa energi hawa dengan nafsu yang ada di jiwa kita, yang

keduanya tidak bisa dipisahkan. Apapun yang ada di luar pun ada di

dalam saling terkoneksi dalam harmoni .



As above so below

As within so without

As the soul so the universe


Apapun zat yang ada di semesta raya pun ada di dalam di dalam diri

manusia, terkoneksi dalam hukum tarik menarik. Tumbuhan dapat

berfotosintesis ketika dapat mengakses cahaya matahari, demikianpun

ruh manusia dapat bertumbuh ketika dapat menemukan cahaya di

dalam diri.


Menemukan hakikat diri yang sejati, adalah kunci utama untuk

mengolah rasa didalam rasa sehingga timbul cinta ( Mahabbah pada

yang menyemesta dan rasa kasih pada sesama dan prasangka baik yang

dapat menciptakan hukum tarik menarik dalam harmoni yang

sempurna, barulah dapat tercipta Memayu Hayuning Bawono yang

sesungguhnya.